12 Desember 2010

FITNAH DAN WANITA


Abu Unais Muhammad Ilham

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه، وعلى آله وصحبه وسلم. أما بعد

ARTI FITNAH

Berkata Abul Husain Ahmad bin Faris Rohimahulloh :” Huruf fa, ta, dan nun adalah asal yang shohih yang menunjukkan arti ujian dan cobaan.” ( Mu’jam Maqoyis Lughoh: 4/472. )

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ (35)

Artinya : Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. ( QS. al-Anbiya’ : 35 )

وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ كَذَلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ (191)

Artinya : dan fitnah[117] itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. .( QS. al-Baqoroh : 191 )

Berkata al-Hafidz Ibnu Katsir Rohimahulloh :” Yaitu kami menguji kalian, kadang dengan musibah-musibah dan terkadang dengan nikmat-nikmat, agar kami bisa melihat manakah yang bersyukur dan manakah yang kufur, manakah yang bersabar dan manakah yang berputus asa.” Berkata juga Ali Bin Abi Tholib dari Ibnu Abbas Rodhiallohuanhum :” Kami akan menguji kalian dengan memberikan cobaan kepada kalian berupa keburukan dan kebaikan sebagai fitnah, kesempitan dan kelapangan, kesehatan dan kesakitan, kekayaan dan kemiskinan, yang halal dan yang harom, ketaatan dan kemaksiatan, petunhuk dan kesesatan.” ( Tafsir Ibnu Katsir . 3/218 )

Berkata Syaikh Muhammad Amin asy-Syinqithi Rohimahulloh :” Istiqro’ ( penelitian ) al-Qur’an menunjukkan bahwa kata fitnah dalam al-qur’an jika dipakai atas empat makna, yaitu membakar api, cobaan, ujian, hasil jelek dari cobaan serta hujjjah.” ( Adhwa’ul Bayan. 6/254-255 )

Berkata al-Azhari Rohimahulloh :” Fitnah asal dari perkataan mu “ jika emas dan perak tersebut engkau leburkan dengan api supaya nampak mana yang baik ( murni ) dan mana yang jelek ( campuran ). “ ( Lisanul Arob. 13/317 )

PERINTAH MENJAUHI FITNAH

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (25)

Artinya : Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. ( QS. al-Anfal: 25 )

Dari Adi bin Umairoh Rodhiallohuanhu beliau berkata:” aku mendengar Rosululloh Shollallohu alaihi wasallam bersabda :” sesungguhnya Alloh tidak akan menyiksa secara umum dengan suatu maksiyat khusus, sampai mereka melihat suatu kemunkaran kemudian mereka mampu untuk mengingkarinya , apabila mereka mampu tapi tidak menolak kemunkaran tersebut maka Alloh akan menyiksa secara menyeluruh baik khusus maupun yang umum.” ( HR. Ahmad : 4/192. dengan sanad yang shohih )

Rosululloh Shollallohu alaihi wasallam bersabda :” Akan terjdi fitnah dimana orang yang duduk lebih baik dari yang berdiri, dan orang yang berdiri lebih baik dari yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik dari yang berlari ( terkena fitnah ),orang yang mendekatinya akan dibinasakan, barang siapa yang mendapatkan tempat berlindung dari fitnah, hendaknya dia berlindung.” ( HR. Muslim : 4/2211 )

Berkata Ibnu Mas’ud Rodhiallohuanhu :” Tidaklah salah satu diantara kalian pasti terkena fitnah, maka dari itu berlindunglah kalian kepada Alloh tentang fitnah tersebut dari kesesatannya. ( HR. Ibnu Jarir. Dishohihkan oleh al-Hafidz Ibnu Katsir dalam tafsirnya . 4/38 )

Rosululloh Shollallohu alaihi wasallam bersabda :” Segeralah kalian beramal dalam menghadapi fitnah-fitnah seperti potongan malam yang gelap, seseorang pada waktu pagi dia mu’min ketika sore dia menjadi kafir, di waktu sore dia mu’min pada pagi hari dia menjadi kafir, dia menukar agamanya dengan kesenangan dunia.” (( HR. Muslim : 4/2211 )

CARA BERLINDUNG DARI FITNAH

Rosululloh Shollallohu alaihi wasallam bersabda :” Berlindunglah kalian dari fitnah-fitnah yang nampak dan yang tidak nampak.” ( HR. Muslim. 1/412 )

Rosululloh Shollallohu alaihi wasallam senantiasa berdo’a dan sekaligus mengajarkan cara minta perlindungan dari fitnah. Rosululloh Shollallohu alaihi wasallam :” Ya Alloh, aku berlindung kepadaMu dari siksa jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejelekan dajjal.” ( HR. Muslim : 1/412 )

Berkata Ammar bin Yasir Rodhiallohuanhu :” Aku berlindung kepada Alloh dari fitnah-fitnah.” ( HR. Bukhori : 1/172 )

MAKSUDNYA WANITA ITU SEBAGAI FITNAH

Rosululloh Shollallohu alaihi wasallam bersabda :” Tidaklah aku tinggalkan fitnah sesudahku yang lebih bahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhori : 5096. HR. Muslim. 2740 )

Rosululloh Shollallohu alaihi wasallam bersabda :” Waspadalah kalian terhadap wanita, sesungguhnya pertama kali fitnah yang terjadi pada bani isro’il adalah krena wanita.” (Muslim. 2742 )

Rosululloh Shollallohu alaihi wasallam bersabda :” sesungguhnya dunia ini hijau dan manis, dan akan Alloh serahkan pada kalian dalam memanagemennya maka perhatikan apa yang kalian kerjakan, hati-hatilah pada dunia dan hati-hatilah terhadap wanita.” ( HR. Muslim : 2742 )

Berkata Imam an-Nawawi Rohimahulloh :” Tinggalkan fitnah dunia dan fitnah wanita, dan yang dimaksud wanita disini adalah baik istri maupun wanita yang lain. Dan kebanyakan ujian manusia serta tetapnya fitnah terjadi pada mereka. Adapun makna dunia ini hijau dan manis ialah sesungguhnya manusia cepat senangnya terhadap estetika dan ini ada pada dunia dan wanita yang diibaratkan sesuatu yang hijau. Adapun makna akan kami serahkan dunia ini pada kalian ialah Alloh akan menjadikan kalian pemimpin dalam mengelolah dunia ini dari orang-orang sebelum kalian, maka perhatikan apakah kalian dalam mengelolah dunia ini untuk ta’at atau maksiyat atau syahwat saja.” ( Syarah Shahih Muslim Imam Nawawi. 17/ 55 )

Berkata al- Allamah Syaikh Ibnu Utsaimin Rohimahulloh :” Rasanya tidak berlebihan jika kita mengatakan, sesungguhnya kebaikan dari setengah masyarakat atau bahkan lebih, dipengaruhi oleh wanita . Hal itu karena ada dua sebab: Pertama : Wanita jumlahnya lebih banyak dari pada laki-laki. Kedua : Lahir dan tumbuhnya generasi pertama dari umat ini adalah dari asuhan dan tarbiyah ( didikan ) para wanita. Dengan demikian maka jelaslah bahwa peranan wanita sangat penting dalam memperbaiki kehidupan masyarakat.” ( Darul Mar’ah Fil Ishlah al- Mujtama’. Hal. 5-6 )

Copas: http://abunahsyal.blogspot.com/

Artikel terkait:
1. Mukzizat Cinta Seorang Istri
2. Akhlak Mulia Dalam Rumah Tangga 1
3. Akhlak Mulia Dalam Rumah Tangga 2
4. Mengendalikan Cemburu Dalam Rumah Tangga
5. Tanggung Jawab dirumah Suamimu
6. Istri Yang Membahagiakan Suami
7. Suami " Dayyuts "


Sampaikan ke teman,ortu,saudara
Biar jadi amal jariyah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar