19 Juli 2014

Hadits-Hadits Lemah Seputar Lailatul Qadr

Berikut kami mengangkat sejumlah hadits lemah berkaitan dengan lailatul qadr agar kelemahannya diketahui untuk tidak diamalkan. Kami merangkum hadits tersebut dari sejumlah buku yang kualitas pembahasannya bisa dipercaya.
Hadits Pertama
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيَ أَعْمَارَ النَّاسِ قَبْلَهُ أَوْ مَا شَاءَ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ فَكَأَنَّهُ تَقَاصَرَ أَعْمَارَ أُمَّتِهِ أَنْ لَا يَبْلُغُوا مِنْ الْعَمَلِ مِثْلَ الَّذِي بَلَغَ غَيْرُهُمْ فِيْ طُولِ الْعُمْرِ فَأَعْطَاهُ اللَّهُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Sesungguhnya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam diperlihatkan umur-umur manusia sebelum beliau atau sesuatu yang Allah kehendaki dari hal tersebut. Beliau menganggap bahwa umur umatnya pendek untuk mencapai amalan yang telah dicapai oleh selain umat Islam yang berumur panjang. Maka, kepada beliau, Allah memberikan lailatul qadr yang lebih baik daripada seribu bulan.”

Tanda-Tanda Lailatul Qadr

Sumber: dzulqarnain.net
Perlu diketahui bahwa lailatul qadr memiliki beberapa tanda yang, dengan tanda tersebut, kehadiran lailatul qadr diketahui. Di antara tanda itu adalah:

  1. Cahaya matahari tidak menyilaukan mata saat matahari terbit pada pagi hari lailatul qadr. Keterangan tentang hal ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Zirr bin Hubais radhiyallâhu ‘anhu bahwa (Zirr) berkata,

Sebab Terangkatnya Penentuan Lailatul Qadr

Sumber: dzulqarnain.net
Telah berlalu dalam sebagian pembahasan sebelumnya bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dibuat lupa terhadap lailatul qadr.
Dalam sebagian hadits, terdapat penjelasan tentang penyebab yang menjadikan Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam terlupa terhadap lailatul qadr tersebut.

Dijelaskan oleh Ubadah bin Ash-Shâmit, beliau berkata, “Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam keluar untuk mengabarkan kepada kami tentang lailatul qadr, tetapi dua lelaki di antara kaum muslimin sedang bertikai.

Apakah Lailatul Qadr Bisa Dilihat?

Mungkin baik untuk diketahui bahwa lailatul qadr bisa dilihat. Hal tersebut terjadi terhadap siapapun di antara hamba-hamba-Nya yang Allah kehendaki.
Lailatul qadr tersebut bisa dilihat dengan mata kepala, yaitu melalui tanda-tandanya, yang akan diterangkan nanti, insya Allah. Selain itu, lailatul qadr juga bisa dilihat di dalam mimpi sebagaimana yang dijelaskan dalam sejumlah hadits dan telah terkisahkan dalam sejarah hidup kaum salaf.

Adakah Malam yang Lebih Utama daripada Lailatul Qadr?

Mencermati firman Allah ‘Azza wa Jalla,
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ                                                                           
“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” [Al-Qadr: 3]
Memberikan pengertian akan keagungan dan keutamaan lailatul qadr. Oleh karena itu, kebanyakan ulama salaf berpendapat bahwa lailatul qadr adalah malam yang paling utama di atas seluruh malam dalam setahun.

Beberapa Amalan yang Dianjurkan pada Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

Setelah memaklumi bahwa lailatul qadr berada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, tentu seorang hamba harus mempersiapkan dirinya dengan beberapa amalan shahih yang, kalau dikerjakan pada lailatul qadr, nilai amalan itu tentu lebih baik daripada dikerjakan selama seribu bulan.
Amalan shahih apapun, yang dikerjakan pada lailatul qadr, akan mengandung keutamaan tersebut. Oleh karena itu, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam sangat memaksimalkan amalan shalih pada sepuluh malam terakhir sebagaimana diterangkan oleh Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِيْ غَيْرِهِ
“Adalah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir, suatu hal yang beliau tidak bersungguh-sungguh (seperti itu) di luar (malam) tersebut.” [1]
Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang muslim mencontoh Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dalam kesungguhan beliau dalam hal menjalankan ibadah.

Penentuan Lailatul Qadr

Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan lailatul qadr dengan persilangan pendapat yang sangat banyak. Waliyuddin Al-‘Irâqy rahimahullâh menyebut dua puluh sembilan pendapat, sementara Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullâh menyebut empat puluh enam pendapat dan dua kemungkinan pendapat lain, dan tentunya ada berbagai pendapat lain yang bisa dirangkum dari para ulama yang berbicara tentang penentuan lailatul qadr ini. Tentang pembahasan ini, ada beberapa hal yang bisa menjadi simpulan:

Pertama, sebagian pendapat ulama dalam penentuan lailatul qadr ini dibangun di atas dalil yang shahih, sementara sebagian lain tidak berdasarkan dalil yang shahih dan tepat.

Kedua, penyebab terjadinya silang pendapat ini adalah keberadaan sejumlah hadits yang terkesan berbeda dalam penentuan lailatul qadr. Telah berlalu hadits Abu Sa’id bahwa lailatul qadr berada pada malam kedua puluh satu, juga hadits Abdullah bin Unais bahwa lailatul qadr berada pada malam kedua puluh tiga, demikian pula hadits Ubay bin Ka’ab bahwa lailatul qadr berada pada malam kedua puluh tujuh.

14 Juli 2014

Darut Thoyyibah

" Mendekatkan Sunnah Ke Tengah Tengah Ummat "

Misi Darut Thoyyibah

1. Mendirikan Pondok Pesantren Yang Bermanhaj Salaf
2. Mendirikan Sekolah Tingkat Menengah Bagi Anak-Anak Salaf
3. Menyebarkan Buku Buku Manhaj Salaf

Darut Thoyyibah adalah salah satu lembaga dakwah dan ta'lim yang akan menyelenggarakan Tarbiyyah Islamiyah / pendidikan islam secara terpadu dan terprogram disertai pengetahuan umum yang diperlukan. Diharapkan para peserta didik yang menimba ilmu di lembaga ini mendapatkan pembekalan ilmu dan amal yang memadai sebagai bekal duniawi maupun ukhrawi. Mengingat mereka nantinya adalah generasi penerus umat islam yang berperan sangat mendasar dan urgen sebagai pemimpin dan pengemban dakwah yang meski memiliki pemahaman dan pengamalan yang benar, baik secara akidah, akhlaq, ibadah, muamalah yang selalu meneladani Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi salafush sholih.

Guna mewujudkan harapan diatas dan sebagai bentuk kontribusi untuk terlahirnya generasi dapat dihandalkan, yang memahami dan mengamalkan agama sesuai pemahaman salafus sholih, ahlus sunnah wal jama’ah maka didirikanlah Darut Thoyyibah. Semoga dengan usaha ini tercatat sebagai amal sholih dan senantiasa ikhlas karena Allah Ta’ala. Aamiin.



PENGURUS DT


Ketua : Muhammad Latif
Bendahara : Akh Fahd
Sekertaris : Akh Yusuf

CARA INFAQ


Bagi antum sekalian yang ingin berkontribusi,dapat menyalurkan infaq di: 

Muamalat  rek: 0206796114 a/n Muhammad Latif Budi Gunawan

BCA rek: 1692019177 a/n Muhammad Latif Budi Gunawan

BRI rek: 3002.01.001475.50.4 a/n Antin Lestari


KONFIRMASI INFAQ


Setelah mentransfer, konfirmasikan kepada kami tentang donasi antum melalui SMS ke 085725989775 / 089662554140 dengan format:
“INFAQ DT. Nama…, alamat…, telah transfer Rp…., ke bank…, tgl …”

09 Juli 2014


 :: Cara Pemesanan :: 

1. Konfirmasi nama dan alamat via email,inbok,comen,sms atau tlp .
2. Tunggu konfirmasi balasan.
3. Lakukan pembayaran sesuai ongkir melalui tranfer di :

BRI : 3002.01.001475.50.4 
an : ANTIN LESTARI 

4. Setelah tranfer konfirmasi kembali via email,inbok,comen,sms atau tlp.
5. Buku segera kami proses untuk dikirim,setelah pengiriman akan kami konfirmasi kembali untuk no resi pengirimanya.

 Untuk info atau konfirmasi bisa tlp or sms 085640177270 ( Khusus Akhwat/wanita ) 085725989775 ( Khusus Ikhwan/ pria )
 email: darutthoyyibah@yahoo.com

 :: Keterangan bagi donatur ::