16 Juli 2011

Sudut Pandang


Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Bermasyarakat di tengah kemodernan, kebebasan dan sedikitnya penerapan ajaran islam yang sesuai Al Quran dan As Sunnah, menjadikan kita harus berusaha ekstra untuk menjauhkan diri dari fitnah. Ada 3 ujian besar bagi laki-laki, salah satu diantaranya yakni wanita. Hal tersebut telah disampaikan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam sabdanya. Laki-laki beriman, sudah sepatutnya waspada terhadap fitnah/ujian berupa wanita dan memohon perlindungan kepada Allah dari wanita-wanita yang tidak halal.

Pergerakan kemajuan teknologi yang cepat dan kebebasan yang membudaya, membuka pintu luas untuk mendekati zina dan berbagai perbuatan maksiat. Pergerakan kemajuan teknologi yang cepat memang tidak sepenuhnya berdampak negatif, tetap terdapat dampak positif di dalamnya. Kemajuan teknologi bagaikan pisau tajam, bila jatuh ke tangan yang baik dan bertaqwa kepada Allah maka insya Allah akan banyak membawa kebaikan dan manfaat. Namun bila jatuh ke tangan yang salah maka akan membawa keburukan dan dosa.

Disini saya hanya ingin berpesan-pesan dalam kebaikan kepada sesama. Mari kita jaga diri dari perbuatan yang mengundang dosa. Saat berada di tempat kerja/kantor, transportasi umum, di dunia maya ataupun tempat umum lainnya, usahakanlah menjaga pandangan dan kemaluan. Kita hidup bukanlah di masa ketika Rasulullah masih hidup, dimana pada masa itu wanita-wanita begitu terjaga dan terpelihara di dalam rumahnya.

Bahkan banyak dari kita yang kurang menyadari ujian-ujian itu kita sendiri yang memasukannya ke dalam rumah, contohnya televisi. Kita dan keluarga kita banyak sekali disuguhi acara tidak bermutu dan menyimpang dari agama. Artis-artis wanita, penyanyi wanita, pembawa acara wanita, pembaca berita wanita, sampai model-model iklan wanita, tidak patut menjadi tontonan yang dikonsumsi sehari-hari. Tidak patut pula kita pandangi dan tidak patut anak-anak laki-laki kita memandangi wanita-wanita tersebut.

Tidak hanya itu, puluhan bahkan ratusan jejaring sosial di dunia maya memudahkan para wanita untuk memuaskan nalurinya yang gemar memamerkan diri dengan cara memajang foto-foto dan video. Hal-hal tersebut tidak mampu kita berantas, namun yang bisa kita lakukan adalah membentengi diri kita dan anak-anak laki-laki kita. Berwaspadalah sebab pandangan yang liar menjadi salah satu pintu yang akan memudahkan syaithan menjerumuskan kita ke Neraka.

Jangankan memandangi wanita tidak halal bermenit-menit bahkan berjam-jam, pandangan sekejap yang pertama terhadap wanita bukan mahram lalu diteruskan/diulangi dengan pandangan sekejap yang kedua kalinya, maka itu sudah mengandung dosa, keterangan ini sudah pula Rasulullah sampaikan dalam sabdanya.

Bagi laki-laki yang telah menikah, pandangan liar merupakan kesempatan bagi syaithan membisikan segala kekurangan istri. Disadari atau tidak syaithan akan mengajak kita membanding-bandingkan istri dengan wanita tidak halal yang kita lihat dari televisi, jejaring sosial, wanita di tempat kita bekerja, atau wanita-wanita lain yang berkeliaran. "istrimu tidak begini dan tidak begitu, istrimu kurang begini dan kurang begitu", begitulah bisikan syaithan. Bisikan-bisikan syaithan juga terjadi pada wanita bersuami yang pandangannya liar . Syaithan akan mengajak para istri untuk membanding-bandingkan suaminya dengan aktor film/sinetron, vokalis band, para penyayi nasyid, model-model iklan pria, teman-teman lelakinya di jejaring sosial maupun teman lelaki ditempat kerja/kantor.

Ajakan syaithan untuk membanding-bandingkan istri atau suami dapat melunturkan rasa cinta dan kasih sayang diantara suami istri. Segala kekurangan dan keburukan pasangan akan terbayang-bayang hingga pasangan kita yang halal akan tampak sangat buruk. Kemudian muncullah rasa malas untuk berbincang-bincang dengan istri atau suami, muncul juga rasa malas untuk bergurauan dan bermanja, muncul pula rasa malas untuk saling memuji merayu dan bermanis-manis. Rumah tangga semakin terasa hambar dan semakin mudah bagi syaithan menyulut rasa curiga-mencurigai dan menyulut amarah.

Sedangkan laki-laki yang belum menikah, pandangan liar merupakan kesempatan bagi syaithan mengobarkan syahwat. Pandangan liar juga memudahkan syaithan untuk menanamkan prinsip bahwa pemahaman agama yang baik dan akhlak baik wanita, bukanlah kriteria utama untuk memilih istri. Hal seperti ini juga dapat terjadi pada wanita yang belum menikah.

Selain pandangan liar, ucapan atau kata-kata juga merupakan pintu yang berbahaya. Jaga diri kita dari komentar, ucapan dan perbincangan kepada wanita bukan mahram. Hindari perbincangan, ucapan atau komentar yang tidak penting, sia-sia dan tidak bermanfaat, terlebih lagi dengan wanita bukan mahram.

Salah satu cara kerja syaithan melalui pintu ucapan adalah mula-mula syaithan mendorong untuk mengeluarkan ucapan atau komentar tidak bermanfaat, tidak penting dan sia-sia kepada wanita bukan mahran, kemudian mendorong untuk saling melempar senyum dan bergurau, apabila telah terbiasa maka syaithan mendorong untuk melakukan perbincangan akrab, lalu semakin bersemilah penyakit hati yang membawa dosa.

Semua itu biasanya terjadi dalam dunia maya maupun dunia nyata. Perbanyaklah mengingat Allah, bicaralah hal-hal penting, ucapan mengandung nasihat-menasehati dan pembicaraan bermanfaat. Hindari wanita-wanita yang tidak halal bagi diri kita. Apabila tidak penting, maka hindari berkometar, bergurau, berbincang-bincang dengan wanita selain istri sholehah kita yang menanti di rumah.

"Sudut pandang"

Artikel Terbaru:
1. WANDU ( Wanita Durhaka )
2. Buat yang kusebut “ Ayah “
3. Kecemburuan Wanita dan Hikmah Ta’addud (Poligami)
4. Mencari Sosok Pendidik Anak

Perlu Juga dibaca:
1. Engkau pergi..Setelah Dapat manisku
2. Dimana kita yang dahulu
3. Bila rasa Malu Hilang Dari Wanita
4. Ahlul Fatrah
5. Khilafah Apa Tauhid Dulu..?
6. Naungan Alloh
7. Andai Mereka Bersabar
8. Nasehat Buat Suami Istri Bag 1
9. Nasehat Buat Suami Istri Bag 2



Sampaikan ke teman,ortu,saudara
Biar jadi amal jariyah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar